Salah satu cara mencegah kemungkinan mogok dalam perjalanan adalah mempersiapkan kendaraan sebaik mungkin. Jadi, Anda dituntut mesti benar-benar mengetahui kondisi fisik dan kemampuan kerja kendaraan yang dibawa.Bagian mesin yang perlu diperhatikan:
- Radiator
- Sistem bahan bakar
- Pengapian
- Kelistrikan
Pastikan bekerja dengan baik. Bila perlu kuras kotoran dengan radiator flush. Pastikan tutupnya bekerja dengan sempurna. Saat mesin panas, air tangki cadangan bertambah, suhunya juga tinggi. Ketika dingin, jumlah air ditangki cadangan berkurang atau kembali normal.
Masalah yang sering ditimbulkan bahan bakar adalah saringan kotor atau pompanya tiba-tiba macet. Untuk saringan, bisa diganti baru karena harganya relatif murah. Buat pompa bensin, mesti diuji kinerjanya. Coba cabut slang ke karburator dan start mesin. Jika ada semburan bensin yang kuat, berarti pompa oke. Hati-hati saat melakukan ini, jauhkan api dan cegah bensin muncrat kemana-mana. Untuk membersihkan karburator cukup disemprot dengan carburator cleaner, tetapi bila spuyer tersumbat partikel kecil, karburator mesti di bongkar.
Kabel-kabel ditata. Bila tua dan isinya kehijauan karena korosi, segera diganti. Titik sambungannya dibersihkan dengan contact cleaner. Jangan lupa mengecek koil. Bila ragu, siapkan cadangannya. Kalau mesin mobil Anda masih menggunakan platina dan kondisinya oblak atau tipis, segera diganti. Untuk pengapian elektronik, unit CDI dan pembangkit pulsa juga diperiksa. Karena membutuhkan alat khusus, sebaiknya diserahkan kebengkel yang anda percaya. Kabel-kabel busi yang bocor (bila dipegang nyetrum), sebaiknya diganti. Untuk busi, jika elektrodenya tak hitam dan bagus, bisa dipakai terus. Mau aman ganti.
Penting diperhatikan. Aki mesti baik dan bisa menghasilkan tegangan diatas 12,5 volt. Terminalnya dibersihkan. Begitu juga kabel-kabelnya, terutama yang ke massa, motor starter dan kunci kontak. Sekring-sekring, biar aman sebaiknya diganti atau disiapkan cadangannya. Permukaan kontakyang bekerak, dibersihkan pakai contact cleaner
Nah, kalau kendaraan sudah siap, Anda dan keluarga tinggal meluncur. Meski begitu tetap harus hati-hati dan jangan lupa berdoa. Insya Allah sampai tujuan.
Oli Mesin
Periksa oli mesin Anda. Gunakan oli sesuai petunjuk dan anjuran sesuai petunjuk dan ajuran service. Bila perlu oli gardan dan oli persnelling diganti sebelum berangkat. Disarankan penggantian oli setiap 2000-2500 km. Sebaiknya dikuras terlebih dahulu dengan Engine Flush. Dengan penambahan Oil Treatment, masa pakai oli bisa diperpanjang satu setengah kalinya. Sedangkan bila menggunakan oli sintetik dianjurkan penggantian setiap 5000 km.
Tune-Up
Periksa mobil dalam kondisi prima. Periksa keadaan platina, busi, saluran gas buang. Untuk menjaga kebersihan karburator, injektor dan sistem saluran bahan bakar, tambahkan campuran bahan bakar yang dapat meningkatkan akselerasi mesin (tarikan lebih ringan) sekaligus irit bahan bakar. Bila perlu tune-up mesin.
Minyak Rem
Hati-hati di musim hujan. Pastikan rem mobil Anda bekerja sempurna, periksa minyak rem. Jika kurang tambahkan minyak rem netral. Kuras dan ganti minyak rem setiap 20.000 km atau satu kali setahun (mana yang lebih dahulu tercapai). Periksa juga kondisi rem tangan.
Power Steering
Periksa sistem power steering mobil Anda. Bila perlu tambahkan Power Steering Fluid. Jangan gunakan jenis minyak lain sebagai penggantinya. Untuk menjaga kelancaran dan sistem power steering lebih awet atur ban mobil tetap dalam posisi lurus apabila parkir
Pelumas Serba Guna
Bersihkan terminal aki, koil, kabel koil dan delco. Pelumas serba guna dapat menetralisir asam sehingga mesin yang basah dapat di start lebih mudah. Pelumas serba guna juga dapat menghilangkan bunyi derit dan melancarkan engsel-engsel pintu dan jendela.
Kesehatan
Agar perjalanan tidak tergangu, jaga kondisi kesehatan badan. Sediakan selalu obat-obatan yang biasa Anda pakai dalam kotak P3K.
Air Wiper
Perjalanan di musim hujan perlu ekstra hati-hati. Lebih-lebih bila perjalanan malam hari. Air hujan atau kaca kotor bisa mengganggu pandangan pengemudi. Untuk itu, periksalah kondisi karet wiper, tabung air wiper. Agar supaya kaca lebih jernih tambahkan windshield washer solvent/concentrate (cairan pembersih kaca).
Air Radiator
Periksa radiator untuk memastikan sirkulasi air pendingin lancar. Bila perlu kuras dengan Radiator Flush untuk membersihkan sisa kerak di radiator. Periksa juga fan dan tali kipas. Sangat dianjurkan penambahan cairan pendingin radiator (Radiator Coolant), yang sekaligus berfungsi mencegah karat, pembuihan dan melumasi water pump (pompa air) dalam radiator.
Air Aki
Periksa kondisi accu (aki). Jangan lupa, periksa juga sekering, kabel-kabel dan alternatornya. Terminal-terminal aki dan kabel-kabel massa ke bodi mobil mesti dibersihkan. Isi air aki sebatas level yang dianjurkan. Bila perlu accu (aki) di-charge lagi.
Tekanan Ban
Periksa tekanan ban sesuai anjuran/ketentuan. Pada ban yang terlalu kempes akan terjadi efek perataan (flapping effect) sehingga mudah pecah dalam kecepatan tinggi.
Sabuk Keselamatan
Kenakan selalu sabuk keselamatan dam perjalanan. Ini penting, sebab pada saat pengereman mendadak, otot lengan dan kaki saja tak cukup kuat untuk menahan beban berat badan.
Bersabar
Jaga emosi sewaktu mengendarai mobil, jangan mudah terpancing bila ada mobil mendahului dari sebelah kiri di jalan tol. Ingat, mengendarai mobil di bahu jalan sangat berbahaya. Bila ada kendaraan besar dari arah depan saling berpacu, lebih baik mengalah dengan mengambil jalan paling kiri. Bila dirasa aman, silahkan menambah kecepatan.
Kecepatan & Jarak Kendaraaan
Jagalah batas kecepatan kendaraan anda tetap dalam kontrol dan konsentrasi. Jaga jarak kendaraan dengan mobil yang ada di depan, terutama ketika berada di jalan tol. Nikmati perjalanan tak perlu berpacu.
Trik Cermat di Jalan Basah
Melibas jalanan basah, sangat berbeda penanganannya dengan kondisi jalan kering. Nah, dibawah ini ada beberapa trik yang perlu diperhatikan. Tujuannya untuk meminimalisasi kemungkinan kecelakaan.
1. Pilih desain ban yang cocok untuk jalan basah. Sebisa mungkin cari kembang ban yang efektif menyalurkan air.
2. Perhatikan tekanan ban. Sebaiknya periksa seminggu sekali.
3. Jaga kecepatan. Segera kurangi kecepatan begitu Anda memasuki jalan yang basah atau tergenang air.
4. Hindari manuver mendadak. Misalnya berbelok, pengereman dan berakselerasi. Lakukan secara halus dan hati-hati.
5. Feeling pengereman. Gunakan perasaaan ketika harus mengerem mendadak. Jangan langsung injak habis. Lakukan langkah menginjak pedal rem berulang-ulang. Tujuannya agar tak terjadi rem ngeblok.
Tetap tenang. Inilah trik paling jitu. Terutama ketika tiba-tiba, mobil masuk ke genangan air dan terjadi gejala aquaplanning. Jangan lakukan pengereman mendadak. Kurangi kecepatan secara bertahap dan usahakan arah kendaraan tetap lurus.
Tujuh Langkah Bila Kendaraan Anda Terendam Banjir
Banjir masih menjadi berita hangat di musim hujan. Jika mobil atau motor kebanjiran dan terendam beberapa hari, segera lakukan langkah darurat buat mesin, girboks dan gardan seperti dibawah ini.
1. Mobil/motor jangan langsung dihidupkan/dijalankan. Ganti dulu pelumas, baik mesin, gardan maupun transmisi dengan yang baru.
2. Kuras air radiator berikut tabung cadangannya.
3. Ganti saringan udara karburator dengan yang baru/kering.
4. Bersihkan semua konektor kabel, termasuk kabel busi dari air. Caranya manfaatkan tiupan kompresor. Jika tidak ada, gunakan lap kering.
5. Keringkan busi dan tutup distributor.
6. Dalam posisi mesin mati, mainkan tuas atau pedal kopling dan tongkat persneling berulang-ulang.
7. Hidupkan mesin dan jangan langsung digas. Diamkan hingga temperatur mesin mulai menghangat.

KATEGORI
Print Artikel
Kirim ke Teman
Save as PDF