|
Kalbefarma - Dalam jurnal Stroke edisi bulan September 2007 dijelaskan manfaat pemakaian sulfonilurea pada pasien dengan stroke pada saat sebelum fase akut dan setelah lewat fase akut. Ternyata dari hasil penelitian pada binatang dan pada manusia dapat memberikan kemaknaan dalam perbaikan klinis pada pasien stroke dengan DM. Sulfonilurea merupakan obat antidiabetes yang dapat meregulasi kanal ATP pada sel pankreas, dimana pasien DM biasanya mengalami kemunduran dalam meregulasi kanal tersebut. Berdasarkan penelitian pada tikus yang mengalami stroke, yang mengalami kemunduran kanal tersebut, pemakaian sulfonilurea glibenklamid (glyburide) secara signifikan dapat melakukan regulasi kanal sehinga mampu menurunkan angka kematian dan edema serta memperkecil volume infark. Setelah dilakukan uji pada binatang, dilakukan pula uji klinik untuk menilai apakah pemakaian Sulfonilurea hasilnya sebaik jika diberikan sebelum kejadian stroke. Penelitian ini adalah dengan menilai hasil rekaman medik pasien yang dirawat di RS yang mengalami stroke dan DM. Rekaman ini berhasil diambil dari pasien yang pernah dirawat di RS Charity di bagian neurologi, Berlin, German dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2000. Dimana pasien tersebut dirawat dalam 24 jam sejak onset stroke iskemik. Setelah ditentukan kriteria inklusi, terkumpul sekitar 33 pasien yang diberikan sulfonilurea pada saat pasien masuk dan 28 pasien tidak mendapatkan terapi dengan sulfonilurea dan dianggap sebagai kelompok kontrol. Tujuan penelitian adalah menilai ada dan tidaknya penuruan skala stroke NIHSS dari 4 poin atau lebih saat masuk dan keluar menjadi 0 skalanya, serta penilaian dari skala Rankin dimana skornya 2. Tidak ada perbedaan dari berbagai subtipe stroke, setelah dilakukan observasi pada saat baseline pada pasien yang diberikan terapi dan kelompok kontrol. Hasil utama dalam penelitian tersebut didapatkan 36,4% pasien yang diterapi dan 7,1 % pada kelompok kontrol (P=0.007). Hasil lainnya didapatkan 81,8% versus 57,1% (P=0.035). Analisa dari subkelompok didapatkan perbaikan hanya pada pasien stroke yang mempunyai infark non lakuner dan berhubungan dengan jenis kelamin, sebelumnya mengalami serangan iskemik serta juga berhubungan dengan kadar gula darahnya. Di kesimpulan akhir didapatkan bahwa pemakaian obat anti DM golongan Sulfonilureas mungkin memberikan manfaat bagi pasien DM dengan stroke iskemik, meskipun trial ini kecil jumlah pasiennya. Bagaimanapun hal ini sangat menunjang dengan uji yang pernah dilakukan pada tikus yang melaporkan bahwa terapi dengan glibenklamid pada pasien stroke sangat bermanfaat. Dari hasil penelitian ini berhasil ditemukan senuah hipotesis baru bahwa pasien DM tipe 2 yang diberikan sulfonilurea pada saat sebelum stroke dan setelah stroke serta selama berada di dalam RS mempunyai hasil pengobatan yang lebih baik. |

KATEGORI
Print Artikel
Kirim ke Teman
Save as PDF