Kalbefarma - Pasien dengan yang menderita penyakit kanker ternyata juga sering menderita gangguan psikis seperti depresi, ansietas dan gangguan lainnya. Pemakaian antidepresan sering efektif jika diberikan pada pasien depresi dan untuk mengatasi gejala depresinya. Meskipun demikian, tidak semua pasien kanker yang ternyata mengalami depresi, dapat diberikan antidepresan. Dari data yang ada jumlah pasien kanker yang mengalami depresi adalah sekitar 25% dari jumlah pasien kanker yang ada, dan hanya 16% saja yang mendapatkan perawatan depresinya.
Pemilihan obat antidepresan bagi pasien kanker untuk mengobati depresinya tidak hanya sekedar efektivitasnya saja, melainkan potensial efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut, problem medis dari masing-masing pasien dan respon pasien sebelumnya terhadap pengobatan antidepresan jika memang sudah pernah diberikan. Oleh karenanya, penanganan kondisi kejiwaan pasien patut dilalakukan dengan seksama, baik oleh dokter ahli onkologi yang mengangani pasien atau ditangani oleh dokter ahli jiwa. Selain pengobatan, psikoterapi juga bisa diberikan dengan teknik khusus dan waktu yang cukup panjang dan sepertinya hal ini sangatlah penting untuk dilakukan.
Beberapa penelitian terhadap obat antidepresan terus dilakukan untuk melihat efeknya bagi pasien depresi dengan kanker, sama halnya yang dilakukan terhadap Sertraline dalam penelitian awal ini ternyata dapat juga dipakai untuk mengatasi depresi pada pasien kanker. Dalam Support Care Cancer. edisi Septembe 2007, pemberian Sertraline dapat memperbaiki alam perasaan “mood” serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Sebelumnya memang pernah diteliti mengenai penggunaan Sertraline bagi pasien kanker yang mengalami gangguan mood, mengalami kelemahan dan cemas tetapi tidak bisa ditegakkan sebagai kriterian gangguan depresi, pasien tersebut semuanya sedang menjalani terapi paliatif dan ada pula yang telah mengalami metastasis. Semua pasien tersebut sengaja diberikan antidepresan Sertraline selama 3 bulan untuk mengatasi gejalanya, hasilnya tidak menunjukkan bukti bahwa pemberian antidepresan tersebut memberikan pengaruh dalam perbaikan gejala yang bukan tergolong gangguan depresi, bagaimanapun juga penggunaan antidepresan tetap harus diberikan sesuai dengan indikasi dan pasien sebelumnya harus ditegakkan terlebih dahulu bahwa mengalami depresi mayor.
Penelitian terhadap Sertaline masih tetap dilakukan, kali ini dilakukan terhadap 35 pasien kanker yang sedang menjalani rawat jalan dan didiagnosis mengalami depresi, selama menjalani kemoterapi, dicoba dikumpulkan dan diterapi dengan Sertraline selama 12 minggu dan diamati 3 kali yaitu pada awal penelitian, minggu ke-4 dan minggu ke-12. Respon pengobatan terhadap depresinya dilakukan perhitungan dengan Skor Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) yang digunakan untuk menilai gejala depresi dan ansietas dimana apabila skalanya menurun menunjukkan perbaikan yang nyata pada pasien, Selain itu, skala dari Montgomery Asberg Depression Rating Scale (MADRS) juga dinilai, pemeriksaan dengan menggunakan skala Mini-MAC untuk menilai mental si pasien juga dianggap perlu dilakukan. Semuanya ini digunakan untuk menilai respon pengobatan bagi pasien yang terdiagnosis kanker tak lupa juga dilakukan penilaian dengan menggunakan skala CGI atau Clinical Global Impression untuk menilai keadaan pasien dalam menghadapi sakitnya, dosis dan gejala dari setiap dosis selalu dilakukan pencatatan dengan rapi, dan tak lupa indeks kualitas hidup juga dilakukan penilaian. Hasil dari perhitungan beberapa skor atau skala memperlihatkan skala dari HADS dan MADRS untuk menilai depresinya dan skala ansietas dari HADS mengalami penurunan secara bermakna selama 12 minggu. Hasil perhitungan skor MINI-MAC memperlihatkan pasien sedikit sekali yang mengalami kecil hari atau putus asa atau merasa terbuang secara bermakna setelah diamati dengan seksama, dan tidak ditemukan adanya efek samping pada penelitian tersebut. Dari hasil penelitian awal yang ditujukan pada pasien kanker menunjukkan bahwa Sertraline efektif serta dapat ditoleransi oleh pasien depresi yang mengalami kanker dan mejalani perawatan di luar RS.

KATEGORI
Print Artikel
Kirim ke Teman
Save as PDF